Tentang Kehidupan

Tentang Kehidupan
"Kita semua akan pergi dan hilang dari bumi, dan yang tersisa hanyalah kenangan. Maka tinggalkanlah jejak kebaikan." ~ Aimin Embisa

Jangan Mengharuskan Sesuatu Yang Tidak Harus

menuju surga
Merindukan Surga
Kita tidak bisa mengharuskan sesuatu yang diluar kewenangan kita. Akan tetapi yang bisa kita lakukan adalah sebuah proses untuk mencapai impian kita.

Saya harus sehat atau saya harus makan?
Saya harus kaya atau saya harus bekerja?
Saya harus masuk surga atau saya harus beribadah?

Jawabannya adalah saya harus makan, Saya harus bekerja dan saya harus beribadah.

Kenapa demikian?

Karena bila engkau makan maka dirimu akan sehat, bila engkau bekerja maka dirimu akan kaya dan bila engkau beribadah maka dirimu akan masuk surga.

Kita tidak bisa mengharuskan kalau diri kita harus sehat karena hal tersebut diluar kewenangan kita. Kita tidak bisa menjamin apakah kita akan sehat atau tidak namun yang bisa kita lakukan adalah proses untuk menjadi sehat. Yakni, dengan makan teratur dan memilih makanan yang sehat tentunya.

Kita pun tidak bisa menjamin bahwasanya kita harus kaya akan tetapi yang bisa kita lakukan adalah proesnya. Dengan bekerja keras dan cerdas maka kekayaan itu tentu akan menghampiri kita.

Bekerja jangan mengharapkan uang akan tetapi utamakan keikhlasan karena dengan engkau bekerja dengan sebenar-benarnya bekerja, tanpa diharapkan pun uang itu akan didapat.

Begitu pula surga. Kita tidak bisa mengharuskan untuk berda di dalamnya karena itu diluar kewenangan kita. Itu rahasia Allah. Maka yang bisa kita lakukan adalah beribadah dengan ikhlas. Senantiasa memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik... Baik... Dan terus membaik... Adapun hasil akhir biarlah Allah yang menentukan. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa untuk bisa dimasukkan di surga-Nya.

Tulisan ini mempertegas bahwa segala sesuatu dilihat pada prosesnya. Karena pada proses itulah Allah menilai seorang insan apakah memiliki kesungguhan untuk menjalankan perintah-Nya ataukah tidak.

Dari proses itulah yang akan menjadi hasil akhir sebagai babak penentu pantaskah diri kita ditempatkan di surga ataukah neraka. Maka dari itu marilah senantiasa kita berproses selayaknya ulat menjadi kupu-kupu yang indah nan menawan dan dirindukan banyak orang. Dan semoga surga adalah tempat kita berkumpul kelak bersama orang-orang yang kita sayangi...


Aimin Embisa
Jogja, 25 Agustus 2015
Dinihari @Kosan Tercinta