Tentang Kehidupan

Tentang Kehidupan
"Kita semua akan pergi dan hilang dari bumi, dan yang tersisa hanyalah kenangan. Maka tinggalkanlah jejak kebaikan." ~ Aimin Embisa

Ketika Pemimpin Dilahirkan Dari Popularitas Bukan Profesionalitas


Sekarang kita melihat begitu banyak pemimpin di negeri ini akan tetapi mereka tidak mampu menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik sehingga yang ada hanyalah kerusakan demi kerusakan. Berdiri di hadapan masyarakat dengan gaya penuh percaya diri mengumbar janji-janji palsu seakan bisa mengatasi segala permasalahan yang ada itulah wajah mereka.

Kita melihat begitu banyak pemimpin yang ada akan tetapi hanya sedikit sekali yang mampu memberi perubahan. Apa yang menjadi masalahnya?

Yang menjadi masalah adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memimpin tetapi memiliki popularitas sehingga mereka memanfaatkan popularitas tersebut untuk mencari simpati masyarakat meskipun pada kenyataannya mereka mengenyampingkan profesionalitas.

Dahulu pada masa orde baru jarang sekali ada artis yang duduk di bangku politik tetapi lihatlah sekarang. Begitu banyak artis yang berbondong masuk ke bangku politik karena mampu menarik simpati masyarakat akan popularitasnya. Ini bukan berarti semua artis tidak bisa profesional akan tetapi kebanyakan artis dan pesohor di negeri ini entah itu bintang film, pelawak dan lainnya berbondong untuk turut berpolitik. Dan inilah wajah Indonesia saat ini.

Siapa pun boleh berpolitik selama dia memiliki kemampuan di bidang itu. Tapi kita lihat saat ini banyak sekali mereka yang menjadi pemimpin hanya karena popularitas mereka bukan karena profesionalitas. Apalagi media semakin gencar mengenalkannya sehingga tak peduli dia bisa memimpin dengan baik atau tidak yang penting dia terpilih dan mereka pun ikut untung.

Semoga dengan tulisan ini kita bisa lebih cerdas memilih pemimpin yang bukan karena popularitasnya akan tetapi karena profesionalitasnya.


Jogja, 31 Agustus 2015
@Kampus UMBY