Kapan Kita Bisa Mandiri?
—
Senin, 24 Agustus 2015
—
Renungan
![]() |
| Muda Mandiri |
Kemandirian merupakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Maka selama dirimu masih bergantung pada orang lain baik secara finansial, emosi dan lainnya engkau belum bisa dikatakan mandiri.
Lantas kapan kita bisa mandiri?
Perlu digarisbawahi pula bahwa selama kita masih bergantung pada orang lain maka kita belum bermartabat karena selalu ketergantungan.
Contoh untuk negara misalnya, selama kita masih bergantung pada Australia dalam impor sapi dan garam, berhutang pada Cina, maka dalam mengambil keputusan kita selalu mempertimabangkan banyak hal pada negara tersebut meskipun negara kita diinjak-injak. Inilah kenapa saya katakan jika kita belum bisa mandiri maka kita belum bermartabat.
Jika kita terus bergantung pada negara lain lantas kapan kita bisa mandiri?
Ketergantungan samadengan gantung diri. Karena kita menggantungkan diri pada orang lain maka tidak salah jika ketergantungan bisa membunuhmu, mematikan langkahmu, menciutkan nyalimu.
Ketergantungan samadengan gantung diri. Karena kita menggantungkan diri pada orang lain maka tidak salah jika ketergantungan bisa membunuhmu, mematikan langkahmu, menciutkan nyalimu.
Di negara maju anak yang telah berusia 17 tahun sudah dipaksakan untuk bisa mandiri sehingga tidak jarang kita mendengar mereka selain sekolah juga kerja part time di restoran atau toko kue dan sebagainya. Mereka sudah diajarkan untuk bisa mandiri sedini mungkin. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Indonesia yang dimana anak sangat dimanjakan. Bahkan sampai telah masuk diperguruan tinggi pun sangat dimanjakan. Adakala anak sudah ingin mandiri tapi orangtua yang sangat memanjakan. Pun sebaliknya.
Belajar dari negara maju dan juga budaya Indonesia diatas tentu kedua-duanya ada sisi positif maupun negatif. Di negara maju kenapa mereka bisa seperti itu karena rasa peduli mereka terhadap orang lain masih sangat kurang. Bahkan adakala suami istri nyuci baju masing-masing apalagi anak. Sementara di I donesia rasa sayang serta kepedulian terhadap anak yang berlebihan justeru membuat anak menjadi berketergantungan pada orang lain dalam hal ini orangtuanya.
Mandiri tapi peduli... Itulah cara yang tepat dalam penerapan kemandirian itu. Yakni, kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan sendiri disertai kepedulian kita dalam berbagi apa yang kita miliki.
Saat kita sudah bisa memenuhi segala kebutuhan diri, saat sudah bisa melepas ketergantungan pada orang lain, maka saat itulah kita sudah bisa mandiri dan sudah bisa pula menikah.. Eeaaa....
Kenapa merambat ke menikah?
Karena ketika dirimu sudah mandiri, sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri, maka sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan isteri.
