Gaya Nembak Cewek Ala Gua Semasa SMA #part2
—
Jumat, 14 Juni 2019
—
Cerpen
Ini lanjutan dari #part1 yang gua buat kemaren, Gan. Kalau agan boleh baca, Ini Linknya.
Entah kenapa, setelah perbincangan gua sama Dinda di malam itu, gua ngerasa ada ketertarikan yang luar biasa sama dia. Gua ngerasa ada judul lagunya Andmesh sama dia (Cinta Luar Biasa). Dan akhirnya gua putuskan untuk buatkan sebuah puisi untuk dia karena dari hasil perbincangan kemarin yang gua tangkap adalah dia suka sastra. Dan kita memiliki kesenangan yang sama, yakni melihat gunung, pantai dan lautan.
Akhirnya malam itu juga gua langsung buatkan sebuah puisi untuk meredakan gejolak hati yang tengah menggebu karena sedang jatuh cinta. Gua lupa isi puisinya kayak apa karena udah lama bangat. Dan salinan puisi itu di buku kecil gua udah gua buang karena satu dan lain hal yang nantinya akan gua ceritakan. Tapi yang jelas isi dari puisi itu adalah dari sekian banyak bintang yang ada di langit tapi aku ingin menjadi satu bintang di hatimu.
Besok paginya ke sekolah gua langsung nitipkan sepucuk kertas itu sama Netty untuk dikasihkan ke Dinda dengan harapan dia membalas isi puisi gua itu. Untungnya Netty sangat ngedukung perjuangan gua buat ngambil isi hati adiknya. Tapi bukan perjuangan namanya kalau gak ada aral melintang, propaganda, kudeta dan lain sebagainya.
Mau tau kenapa gua ngomong gutu? Besok hari Netty membawa sepucuk kertas yang berisikan sebuah puisi balasan dari Dinda diberikan sama gua. Lalu satu, dua dan tiga gua buka dan gua membaca:
[quote][color=#484848][color=#484848][size=3][font=Roboto][size=3][size=3][font=Roboto]Aku telah memiliki satu bintang yang kupilih untuk menemani hari-hariku"[/font][/size][/size][/font][/size][/color][/color]
[/quote]
[size=3]Sakitnya tuh di sini. Disaat gua udah ngerasa nyaman, gua udah ngerasa telah menemukan orang yang tepat, tiba-tiba ditolak itu rasa sakit yang gua rasakan tuh susah ngejelasinnya tapi bisa dipahami oleh agan yang pernah ngalamin hal yang sama kayak gua. Pokoknya sakitnya tuh kerasa sampe ke ubun-ubun.[/size]
[size=3]Tapi gua gak boleh jatuh dan terpuruk seakan dunai telah berakhir dan masa depan telah sirna. Bumi masih terus berputar, kucing gua masih bisa beranak pinak, GUA HARUS BANGKIT![/size]
[size=3]Sebagai cowok, gua gak nyerah begitu saja ketika gua ditolak. Satu hal yang biasa gua lakukan ketika dikecewakan adalah menjadikan diri gua lebih baik agar orang yang mengecewakan gua menyesal pernah mematahkan hati gua. Tapi kali ini gua lakukan dua hal: Yakni menjadikan diri gua lebih baik dan memberikan yang terbaik untuknya.[/size]
[size=3]gua teringat saat masih berada di bangku SMA kelas 1 dulu gua pernah pengen nembak cewek yang jadi idola banyak kaum Adam di sekolah gua. Lantas, gua bertanya sama guru BP gimana caranya dapatin hati cewek yang jadi rebutan banyak cowok alias cewek yang jadi idola. Dan jawaban yang gua dapat dari guru BP gua saat itu adalah:[/size]
[spoiler=Jawaban Guru BP Gua][size=3]Berikan apa yang tidak bisa diberikan laki-laki lain kepada dia dengan cara caritahu apa yang menjadi keinginan dia atau kesukannya lalu penuhi itu.[/size][/spoiler]
[size=3]Yang harus gua lakukan saat ini adalah caritahu siapa laki-laki yang telah menjadi bintang di hati dia sehingga dia tega mengabaikan orang seperti gua.[/size]
[center][size=3]***
[/size][/center]
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang gua lakukan pada [i]significant others[/i], ditemukan bahwa seorang lelaki berinisial K yang telah mencuri hati Dinda. Dan lelaki berinisial K itu tak lain dan tak salah lagi seorang teman seangkatan di sekolah gua yang baik dan juga cerdas. Tapi mau gimana lagi namanya juga sudah cinta, ya selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan untuk ditikung. Karena gua gak mau bernasib sama seperti lagu tenda biru milik Desi ratnasari. Gua caritahu apa kelebihan dan kekurangan lelaki berinisial K yang sebut saja Kevin itu. Dan setelah gua telaah dan melakukan penelitian lanjutan, gua mulai mendapat cela untuk bisa masuk ke hati Dinda.
Gua udah kong kali kong dengan Netty buat ngajak jalan si Dindanya. Gua datang ke rumahnya nemuin kedua orangtuanya lalu meminta anaknya untuk gua ajak jalan ke taman kota. Dan tentu orangtuanya setuju karena gak cuman Dinda yang gua ajak tapi juga sama Netty dan keponakannya, Dita.
Sesampai di taman kota, seperti biasa, Netty dan Dita pergi menjauh membiarkan gua buat leluasa ngobrol sam Dinda. Kita beli es krim lalu duduk di bangku taman kayak iklan-ikaln di TV. Gua yang rada kaku mau mulai duluan bicara, tertiba Dinda yang memulainya dengan menanyakan kenapa gua pakai sweater yang sama terus. Karena gua masih saja memakai sweater hitam kesukaan gua.
"Kamu kok make [i]sweater[/i] itu terus?"
"Ya karena gua orangnya setia. Sama baju aja gua setia apalagi sama orang yang gua sayang." Kesempatan gua nih buat ngegombal.
"Kamu orangnya nyenangin ya? Tapi sayang..."
"Sayang kenapa?" tanya gua keheranan.
"Gak. Gak papa"
"Kamutuh kayak hantu yah. Suka bikin orang penasaran." kata gua.
"Emang hantu suka bikin penasaran?"
"Iyalah... Dan kamu mau tau, satu hal lagi kenapa kamu benar-benar kayak hantu?"
Dinda terdiam dan menatap gua penasaran.
"Kamutuh udah ngehantui hidup aku. Aku mau makan, mau minum, mandi, bangun, pipis, poop, selalu keingat kamu. Apalagi pas nyiram poop..."
Dinda langsung mukul lenganku sembari mendorongku buat ngejauhin dia sambil berkata gua jorok. Tapi dia gak bisa marah karena yang ada dia malah ketawa dengar kata-kata gua.
Gua bukan tipe cowok yang suka ngegombal dengan kata-kata yang puitis dan cinta tapi gua lebih senang ngedekatinnya dengan canda dan hal-hal konyol yang menurut gua cewek akan ngerasa gua berbeda dan sulit untuk menemukan cowok kayak gua. Dan gua pengen saat ketiadaan gua akan dirindukan karena sikap dan cara gua memperlakukan dirinya.
Entah kenapa, walaupun dia telah berpacaran dengan orang lain tapi gua ngerasa sepertinya dia ngerasa nyaman sama gua sebagaimana perasaan gua ke dia. Dan di malam itu gua gak ada sama sekali nyinggung soal cowok dia atau tanyakan tentang cowok dia tapi yang gua lakukan adalah bagaimana bisa membuat dia bahagia saat berada di sisi gua karena gua pengen dia bahagia meskipun mungkin hati dia belum bisa gua miliki.
Dan seperti biasa, kita berbincang, bercanda dan tertawa hingga malam semakin larut sahingga waktu membatasi kita untuk terus bersama karena sudah saatnya dia pulang bersama rindu yang gua titipkan di hatinya agar dia tidur dalam keadaan tersenyum.
Dan gua pun harus berhenti sejenak menuliskan ini dan akan dilanjutkan pada part III
Entah kenapa, setelah perbincangan gua sama Dinda di malam itu, gua ngerasa ada ketertarikan yang luar biasa sama dia. Gua ngerasa ada judul lagunya Andmesh sama dia (Cinta Luar Biasa). Dan akhirnya gua putuskan untuk buatkan sebuah puisi untuk dia karena dari hasil perbincangan kemarin yang gua tangkap adalah dia suka sastra. Dan kita memiliki kesenangan yang sama, yakni melihat gunung, pantai dan lautan.
Akhirnya malam itu juga gua langsung buatkan sebuah puisi untuk meredakan gejolak hati yang tengah menggebu karena sedang jatuh cinta. Gua lupa isi puisinya kayak apa karena udah lama bangat. Dan salinan puisi itu di buku kecil gua udah gua buang karena satu dan lain hal yang nantinya akan gua ceritakan. Tapi yang jelas isi dari puisi itu adalah dari sekian banyak bintang yang ada di langit tapi aku ingin menjadi satu bintang di hatimu.
Besok paginya ke sekolah gua langsung nitipkan sepucuk kertas itu sama Netty untuk dikasihkan ke Dinda dengan harapan dia membalas isi puisi gua itu. Untungnya Netty sangat ngedukung perjuangan gua buat ngambil isi hati adiknya. Tapi bukan perjuangan namanya kalau gak ada aral melintang, propaganda, kudeta dan lain sebagainya.
Mau tau kenapa gua ngomong gutu? Besok hari Netty membawa sepucuk kertas yang berisikan sebuah puisi balasan dari Dinda diberikan sama gua. Lalu satu, dua dan tiga gua buka dan gua membaca:
[quote][color=#484848][color=#484848][size=3][font=Roboto][size=3][size=3][font=Roboto]Aku telah memiliki satu bintang yang kupilih untuk menemani hari-hariku"[/font][/size][/size][/font][/size][/color][/color]
[/quote]
[size=3]Sakitnya tuh di sini. Disaat gua udah ngerasa nyaman, gua udah ngerasa telah menemukan orang yang tepat, tiba-tiba ditolak itu rasa sakit yang gua rasakan tuh susah ngejelasinnya tapi bisa dipahami oleh agan yang pernah ngalamin hal yang sama kayak gua. Pokoknya sakitnya tuh kerasa sampe ke ubun-ubun.[/size]
[size=3]Tapi gua gak boleh jatuh dan terpuruk seakan dunai telah berakhir dan masa depan telah sirna. Bumi masih terus berputar, kucing gua masih bisa beranak pinak, GUA HARUS BANGKIT![/size]
[size=3]Sebagai cowok, gua gak nyerah begitu saja ketika gua ditolak. Satu hal yang biasa gua lakukan ketika dikecewakan adalah menjadikan diri gua lebih baik agar orang yang mengecewakan gua menyesal pernah mematahkan hati gua. Tapi kali ini gua lakukan dua hal: Yakni menjadikan diri gua lebih baik dan memberikan yang terbaik untuknya.[/size]
[size=3]gua teringat saat masih berada di bangku SMA kelas 1 dulu gua pernah pengen nembak cewek yang jadi idola banyak kaum Adam di sekolah gua. Lantas, gua bertanya sama guru BP gimana caranya dapatin hati cewek yang jadi rebutan banyak cowok alias cewek yang jadi idola. Dan jawaban yang gua dapat dari guru BP gua saat itu adalah:[/size]
[spoiler=Jawaban Guru BP Gua][size=3]Berikan apa yang tidak bisa diberikan laki-laki lain kepada dia dengan cara caritahu apa yang menjadi keinginan dia atau kesukannya lalu penuhi itu.[/size][/spoiler]
[size=3]Yang harus gua lakukan saat ini adalah caritahu siapa laki-laki yang telah menjadi bintang di hati dia sehingga dia tega mengabaikan orang seperti gua.[/size]
[center][size=3]***
[/size][/center]
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang gua lakukan pada [i]significant others[/i], ditemukan bahwa seorang lelaki berinisial K yang telah mencuri hati Dinda. Dan lelaki berinisial K itu tak lain dan tak salah lagi seorang teman seangkatan di sekolah gua yang baik dan juga cerdas. Tapi mau gimana lagi namanya juga sudah cinta, ya selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan untuk ditikung. Karena gua gak mau bernasib sama seperti lagu tenda biru milik Desi ratnasari. Gua caritahu apa kelebihan dan kekurangan lelaki berinisial K yang sebut saja Kevin itu. Dan setelah gua telaah dan melakukan penelitian lanjutan, gua mulai mendapat cela untuk bisa masuk ke hati Dinda.
Gua udah kong kali kong dengan Netty buat ngajak jalan si Dindanya. Gua datang ke rumahnya nemuin kedua orangtuanya lalu meminta anaknya untuk gua ajak jalan ke taman kota. Dan tentu orangtuanya setuju karena gak cuman Dinda yang gua ajak tapi juga sama Netty dan keponakannya, Dita.
Sesampai di taman kota, seperti biasa, Netty dan Dita pergi menjauh membiarkan gua buat leluasa ngobrol sam Dinda. Kita beli es krim lalu duduk di bangku taman kayak iklan-ikaln di TV. Gua yang rada kaku mau mulai duluan bicara, tertiba Dinda yang memulainya dengan menanyakan kenapa gua pakai sweater yang sama terus. Karena gua masih saja memakai sweater hitam kesukaan gua.
"Kamu kok make [i]sweater[/i] itu terus?"
"Ya karena gua orangnya setia. Sama baju aja gua setia apalagi sama orang yang gua sayang." Kesempatan gua nih buat ngegombal.
"Kamu orangnya nyenangin ya? Tapi sayang..."
"Sayang kenapa?" tanya gua keheranan.
"Gak. Gak papa"
"Kamutuh kayak hantu yah. Suka bikin orang penasaran." kata gua.
"Emang hantu suka bikin penasaran?"
"Iyalah... Dan kamu mau tau, satu hal lagi kenapa kamu benar-benar kayak hantu?"
Dinda terdiam dan menatap gua penasaran.
"Kamutuh udah ngehantui hidup aku. Aku mau makan, mau minum, mandi, bangun, pipis, poop, selalu keingat kamu. Apalagi pas nyiram poop..."
Dinda langsung mukul lenganku sembari mendorongku buat ngejauhin dia sambil berkata gua jorok. Tapi dia gak bisa marah karena yang ada dia malah ketawa dengar kata-kata gua.
Gua bukan tipe cowok yang suka ngegombal dengan kata-kata yang puitis dan cinta tapi gua lebih senang ngedekatinnya dengan canda dan hal-hal konyol yang menurut gua cewek akan ngerasa gua berbeda dan sulit untuk menemukan cowok kayak gua. Dan gua pengen saat ketiadaan gua akan dirindukan karena sikap dan cara gua memperlakukan dirinya.
Entah kenapa, walaupun dia telah berpacaran dengan orang lain tapi gua ngerasa sepertinya dia ngerasa nyaman sama gua sebagaimana perasaan gua ke dia. Dan di malam itu gua gak ada sama sekali nyinggung soal cowok dia atau tanyakan tentang cowok dia tapi yang gua lakukan adalah bagaimana bisa membuat dia bahagia saat berada di sisi gua karena gua pengen dia bahagia meskipun mungkin hati dia belum bisa gua miliki.
Dan seperti biasa, kita berbincang, bercanda dan tertawa hingga malam semakin larut sahingga waktu membatasi kita untuk terus bersama karena sudah saatnya dia pulang bersama rindu yang gua titipkan di hatinya agar dia tidur dalam keadaan tersenyum.
Dan gua pun harus berhenti sejenak menuliskan ini dan akan dilanjutkan pada part III
