Aku Masih Berlabuh
—
Kamis, 21 Mei 2015
—
Puisi
Meski
aku tahu bahwa setiap hati telah memiliki tempatnya untuk dilabuhkan...
Meski
aku paham bahwa pada akhirnya cinta tidak akan pernah salah dalam memilih...
Namun
entah kenapa ini begitu sakit....
Seakan
tak ada yang lain selain dia.
Entah,
sampai kapan lagi aku harus terus berlabuh mencari kepingan hati ini?
Entah,
siapa lagi yang harus kudatangi orang tuanya tuk kuungkapkan isi hati?
Tinggal
sedikit lagi aku akan menjemput dia yang kuanggap penenteram jiwaku tapi
semuanya sudah terlambat...
Dia
telah menemukan dada lain untuk tempatnya bersandar
Dan
aku masih terus berlabuh... Dan berlabuh...
Dan
entah mungkin akan karam di dalam perjalanan ini..
Duh
Gusti... Hamba tak tahu ke arah mana harus melangkah.
Hambah
tak tahu bagaimana harus memulai lagi untuk mencintai hati yang lainnya..
Labuhkanlah
pelayaran cinta ini kepada seseorang yang mau memegang erat tangan hamba untuk
menuju firdaus cinta-Mu..
Tetapkanlah
hati ini pada dia yang akan melahirkan generasi hebat pejuang kebenaran-Mu...
Ikhlaskan
hati hamba tuk menerima ketetapan-Mu...
-----
Aimin Embisa
(@aiminluv)
Jogja, 20
Mei 2016
On my Tab,
in My Dorm 2:18 PM
