Teruntuk Para Dokter
—
Senin, 27 April 2015
—
Renungan
Pernah suatu ketika kami mengadakan acara bakti sosial pengobatan gratis untuk warga yang jauh dari kota lalu kami pun mengundang dua orang dokter dan beberapa perawat.
Desa yang kami adakan bakti sosial sangat jauh dan menempuh jalan yang berliku. Sang dokter tidak mau datang jika tidak memakai mobil jadi kami harus menjemputnya dengan menggunakan mobil...
Saya terpikir bahwasanya ada yang salah dengan pendidikan di negeri ini. Seharusnya yang lolos kuliah di perguruan tinggi jurusan kedokteran adalah anak-anak miskin yang sudah terbiasa menerjang badai gelombang, naik turun gunung sehingga mereka mau ditugaskan dimana saja. Bukan mereka anak-anak manja bermobil yang selalu hidup di AC dan takut terkena panasnya terik...
Jika perguruan tinggi hanya melihat pada kekayaan untuk bisa menjadi seorang dokter, tentu ini akan berakibat buruk pada negara karena akan muncul banyak dokter yang bersikap manja.
Walaupun mereka berkompeten untuk menjadi dokter akan tetapi kompeten saja tidak cukup, harus didukung dengan jiwa sosial yang tinggi terhadap orang lain sehingga mau melaksanakan tugas menolong pasien yang berada jauh dimana harus menerjang ombak, gunung dan lainnya...
Wilayah Indonesia tidak sama dengan negara lain. Di Indonesia untuk pergi ke suatu desa ke desa yang lain terkadang sangat sulit. Dan di desa yang jauh di pelosok banyak masyarakat yang masih jauh dari sentuhan pembinaan kesehatan.
Seharusnya para dokter entah kaya maupun miskin harus mau melakukan tugas apa pun. Tidak harus pakai mobil untuk ke tempat para warga (Pasien), tapi jika bisa dengan motor kenapa tidak. Bahkan pakai sepeda ontel pun harus ditempuh karena itu sudah menjadi tugas atau tanggungjawab.
Bertugaslah dengan baik tanpa mengharap imbalan... Semoga engkau mulia karena kebaikan hatimu mengingat yang kebanykan butuh kesehatan adalah mereka yang tergolong ekonomi menengah kebawah...
Semoga engkau mulia... :)
Senin, 27 April 2015
Aimin Embisa
