Tentang Kehidupan

Tentang Kehidupan
"Kita semua akan pergi dan hilang dari bumi, dan yang tersisa hanyalah kenangan. Maka tinggalkanlah jejak kebaikan." ~ Aimin Embisa

Menumbuhkan Ketenangan di Jiwa

Menumbuhkan Ketenangan di Jiwa

Jika Allah telah menumbuhkan ketenangan di dalam hati seseorang maka berbahagialah dirinya. Karena banyak sekali orang yang hidupnya tidak tenang, selalu dihantui oleh kegelisahan dan keresahan di jiwa.

        Bila seseorang yang hatinya telah tenang maka itulah surga dunia bagi dirinya. Karena dengan ketenangan di jiwa ia menemukan kedamaian.
        Lantas bagaimanakah untuk bisa menemukan ketenangan di jiwa?

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". [ar Ra’d/13 : 28]
            Sudah cukup jelas apa yang difirmankan oleh Allah bahwa hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram.
        Bagaimana caranya?
1.   Meyakini bahwasanya Allah mengawasi Kita

Dengan meyakini bahwa Allah senantiasa memantau apa yang kita kerjakan dan Allah selalu ada dalam setiap hembusan nafas kita. Maka kita akan senantiasa terjaga dari perbuatan-perbuatan yang membuat hati kita tidak tenang karena pada hakekatnya yang membuat hati tidak tenang adalah ketika kita melakukan segala sesuatu yang melanggar norma-norma agama.

2.   Dengan senantiasa berzikir

Asy Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al Badr -hafizhahullah- berkata; Makna firman Allah (وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم) adalah hilangnya segala sesuatu (yang berkaitan dengan) kegelisahan dan kegundahan dari dalam hati, dan dzikir tersebut akan menggantikannya dengan rasa keharmonisan (ketentraman), kebahagiaan, dan kelapangan. Dan maksud firmanNya (أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) adalah sudah nyata, dan sudah sepantasnya hati (manusia) tidak akan pernah merasakan ketentraman, kecuali dengan dzikir (mengingat) Allah Subhanahu wa Ta'ala.

3.   Menjaga hubungan baik dengan Allah

Al Imam al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Sesungguhnya, hati tidak akan (merasakan) ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian, melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala (dengan melakukan ketaatan kepadaNya)… sehingga, barangsiapa yang tujuan utama (dalam hidupnya), kecintaannya, rasa takutnya, dan ketergantungannya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka ia telah mendapatkan kenikmatan dari-Nya, kelezatan dari-Nya, kemuliaan dari-Nya, dan kebahagiaan dari-Nya untuk selama-lamanya”
       
        Fitrahnya manusia adalah mendabakan ketenangan di jiwa maka dari itu untuk menumbuhkan ketenangan di jiwa pada hakekatnya adalah menjalankan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai hamba-Nya semaksimal mungkin sebatas kemampuan kita dan menjauhi secara total segala apa yang dilarang-Nya niscaya engkau akan menemukan ketenangan itu.

Jogja, 22 Sept 2014
Aimin Embisa

www.fastabiq.com