Suka Duka, Kita Seirama
—
Sabtu, 27 September 2014
—
Puisi
Suka
Duka, Kita Seirama
Aku berdiri di padang safana dalam
tangis yang membahana
Meneriakkan
sakitnya sayatan sembilu yang terukir dari bambu kehidupan
Melawan
panasnya sengatan matahari tepat di katulistiwa
Di
hadapanku terbentang rimbun hutan Borneo,
Berjajar
Pegunungan Meratus
Aku
harus ke Loksado..!!
Kehadiran
seseorang menjadi teman dalam perjalanan ini
Dialah
penyejuk dahaga jiwaku, menerangi jalan hidupku
Dalam
suka duka, kita seirama
Tangisku,
tangisnya, senyumku, senyumnya, kita senada
Saat
badai kehidupan menghampiri, tangan kita menggenggam
Kita
bisa jika bersama, kita bisa jika seirama
Hingga
dunia takluk dihadapan
Saat
kekuatan cinta-Nya menjadi pegangan..
Juni, 09 2013
Potongan puisi dalam novel Cermin Jiwa
