Ketika Aku Rindu Padanya
—
Selasa, 06 November 2012
—
Puisi
Ketika aku rindu padanya..
Sejuta
pelangi tak lagi berwarna
Harumnya
bunga tak lagi terasa
Aku
hampa..
Dalam rimbun pagi..
Burung
kenari bernyanyi, mekarnya melati,
Tak
dapat merubah suasana..
Karena
ketika aku rindu padanya..
Di
sekitarku semuanya terdiam
Kaku..
Dan
waktu berjalan begitu lambat
Sedang
tak kunjung jua dia yang tertambat
Aku
benci pada kesunyian..
Aku
benci pada kesepian..
Rasa
itu membuatku menderita
Hidup
seakan tak lagi bergairah
Kerinduan
yang berlebihan membuatku merana
Jika
saja bisa ku berteriak,
Akan ku
berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin pecahkan kaca..
Aku
ingin meloncat dari jendela..
Namun,
ketika aku rindu padanya
Seketika,
aku berubah menjadi pujangga
Ku
rangkai kata meski tak bermakna
Orang-orang
berlari, kumbang menari, kucing berjoget, sapi tertawa
Dan
mereka bilang aku sudah gila..
Tapi
hanya dia yang masih menganggapku tidak gila..
Orang-orang
hanya tidak tahu kalau aku tengah merindu
Aku
merindukan dia..
Karena
hanya dia yang memberiku cinta
Dia
menemaniku bercerita
Cerita
tentang kisah kita
Dan
ketika aku rindu padanya
Aku
berharap dia juga rindu padaku
Jogja, 06 Nov 2012 / 23:30 PM
