Puisi Berantai Bahagian 1
—
Jumat, 01 Juli 2011
—
Puisi
Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakatuh...
1. Penyesalanku.
2. Pahlawanku.
1. "Di sudut malam aku termenung. Sendiri dan sepi. Hanya nyala lilin yang menerangi ruangan. Pengap dan gelap. Sudahlah... sudah...."
2. "Berpuluh-puluh tahun dia berjuang. Begitu banyak guratan-guratan asa yang Ia dapat. Namun kita sering merusak perjuangan mereka. Kapan kita sadar... Kapan kita...."
3. "Membersihkan kandang ayamku. Setiap pagi aku bersihkan. Agar ayam-ayamku nyaman di dalamnya. Setiap pagi ayamku bermain dengan riang. Tepat...."
1. "Di jantung hatiku. Menusuk.. Menelusup... Membuat aku tak berdaya. Kau robek hatiku dengan..."
2. "Bambu runcingmu... Tegak di tanganmu. Kau tebaskan pada semua musuhmu. Panas.. Hujan... Bukanlah rintangan. Betapa beratnya perjuanganmu. Kau bunuh semua...."
3. "Ayam-ayamku... Semakin hari semakin lega hatiku. Ayam-ayamku tumbuh dengan sehat. Setiap hari aku menjaganya. Setiap hari aku merawatnya dengan penuh..."
1. "Gairah hidupku mulai hilang. Hidupku tiada berguna. Kau hancurkan impianku. Kau tancapkan..."
2. "Sebilah bambu runcing yang siap menghancurkan semua musuh. Engkau berjuang dengan gigih berani. Bahkan nyawa tak segan-segan engkau pertaruhkan. Jiwa raga engkau korbankan. Pahlawanku... Semangatmu terus berkobar di setiap..."
3. "Kandang-kandang ayamku. Ku bersihkan setiap pagi, agar tidak bau dan kotor. Alangkah senangnya hatiku melihat ayam-ayamku yang...."
1. "Mati... Lemah... Aku tak berdaya. Hidup terus-terusan seperti ini. Aku bosan. Aku enggan. Pegi saja dari..."
2. "Tanah airku jaya, Tetaplah dalam dada, Itulah tujuan mereka. Berjuang tanpa lelah, Berjuang tanpa putus asa. siapakah yang bisa seperti..."
3. "Bulu-bulu ayamku. Begitu indah.. Begitu lembut... Karena setiap hari aku merawatnya. Aku akan membuat kandang-kandang ayam yang lebih banyak lagi di..."
1. "Dalam lubuk hatiku. Aku tak tahan lagi... Aku tak kuat lagi... Aku ingin berlari jauh ke..."
2. "Negeri penjajah engkau jajagi. Tanpa ada kata resah, tanpa ada kata gelisah. Di setiap desir darahmu ada semangat. Di setiap hembusan nafasmu ada tekad. Pahlawan... Teruslah berjuang untuk..."
3. "Telur-telur ayamku sudah banyak yang menetas. Ku hitung satu demi satu. Dua demi dua. Tiga demi tiga. Banyak rupanya... Aku akan membuat kandang yang besar seperti..."
1. "Hatiku yang kini sedang hancur. Sahabat... Kenapa kau ingkari janji-janjimu?? Kau hempaskan aku tak berdaya. Hatiku berkata..."
2. "Merdeka..!! Merdeka..!!! Hidup Indonesia. Hidup tanah airku. Aku bangga padamu..."
3. "Ayam-ayamku yang imoet-imoet... Rajin menabung, bertanggung jawab dan dapat dipercaya."
"Cintailah dan putuskanlah sahabatmu hanya karena Allah. Cinta pada Allah harus diperjuangkan seperti para pahlawan yang berjuang di medan perang. Jangan katakan Mujahid adalah terorist. Jika anda lelah, kurang bersemangat maka perbanyaklah berzikir dan makan banyak telur ayam yang mengandung protein untuk kesehatan tubuhmu. Cinta... Perjuangan, dan kesehatan adalah anugerah terindah yang patut kita syukuri. Bersama JS, kita wujudkan generasi yang santai tapi satu tujuan. Yaitu Iman dalam dada.
Allahu Akbar.,!! Allahu Akbar.,,!! Allahu Akbar.,,!!!"
"Wassalamu'alaikum.. Warrahmatullahi... Wabarakatuh...."