Puncak Dari Memaafkan
—
Sabtu, 18 Desember 2021
Puncak dari memaafkan adalah ketika kamu mendoakan kebaikan pada orang yang menyakitimu dan merasa khawatir dia akan mendapatkan balasan atas perbuatannya.
Lantas, bagaimana agar kita mampu memaafkan dengan sepenuhnya?
Ini tips pribadi yang aku belajar dari pengalaman dan banyak membaca...
Pertama, meyakini bahwa mungkin orang itu belum mengenal kita lebih dalam, dan kitalah yang belum mampu melakukan kelekatan emosional dengannya. Istilahnya belum bisa mengambil hatinya.
Kedua, saya meyakini bahwasanya semua orang pernah melakukan kesalahan, dan kita pun pernah berbuat salah. Coba balik posisinya, jika kita yang berbuat salah, tentu kita sangat berharap untuk dimaafkan. Karena terkadang kita merasa orang lain toxic padahal bisa saja kita juga toxic bagi orang lain.
Ketiga, saya memahami bahwasanya memaafkan adalah cara kita untuk menyembuhkan diri sendiri dari luka. Karena dendam atau membenci hanya akan memupuk emosi negatif dalam diri kita.
Lantas adakah orang yang toxic dalam hidupku?
Ada... Dan aku memilih untuk tidak menceritakan setiap luka yang digoreskan.
Apa yang perlu dilakukan kalau orang terus nyakitin atau menggores luka yang teramat parah?
Aku memilih untuk blokir, karena terkadang itu perlu untuk menjaga mental kita sendiri. Dengan persyaratan bukan karena membenci tapi ingin menjaga diri dari sifat negatif orang lain.
Ok demikian dulu untuk blog yang udah lama bangat gak aku tulis ini...
Semoga bermanfaat...
Baturaden, 18 Desember 2021
~ Aimin