Tentang Kehidupan

Tentang Kehidupan
"Kita semua akan pergi dan hilang dari bumi, dan yang tersisa hanyalah kenangan. Maka tinggalkanlah jejak kebaikan." ~ Aimin Embisa

Tingkatan Moral Berdasarkan Perilaku yang Ditunjukkan Dalam Teori Kohlberg

Perkembangan Moral Kohlberg
Perkembangan Moral Kohlberg. Sumber Gambar kaskus.co.id
Moral merupakan budi pekerti seseorang atau serupa nilai tentang baik buruk yang diterima umum atau suatu kelempok sosial mengenai perbuatan, sikap, dan sebagainya.

Pengertian Moral Menurut Shaffer adalah kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan masyarakat dan kelompok sosial. Moral ini merupakan standar baik dan buruk yang ditentukan oleh individu dengan nilai-nilai sosial budaya di mana individu sebagai anggota sosial.

Moral serupa dengan etika namun berbeda dengan akhlak.


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tingkatan moral dalam psikologi yang dikemukakan oleh salah satu tokoh psikologi yakni, Kohlberg.

Setiap manusia memiliki tingkatan atas moral yang dimiliki olehnya. Seiring dengan bertambahnya usia maka seharusnya bertambah baik pula tingkatan moral dirinya. Oleh karena itu Kohlberg membagi tingkat moral manusia menjadi enam tahap dalam tiga tingkatan dimana dalam setiap tingkatan terdapat dua tahapan. Disini akan terlihat sikap seseorang menunjukan tingkatan serta tahapan moral dirinya. Berikut tingkatan yang disertai tahapannya;

Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
Tahap 1. Punishment and obedience orientation (Orientasi kepatuhan dan hukuman)
Tahap 2. Instrument-relativist orientation / Orientasi minat pribadi (Apa untungnya untuk saya?)

Tingkat 2 (Konvensional)
Tahap 3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas (Sikap anak baik)
Tahap 4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial ( Moralitas hukum dan aturan)

Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
Tahap 5. Keputusan Moral Berdasarkan Hukum atau Legalitas (Sosial contract orientation)
Tahap 6. Kata Hati atau Nurani Menentukan Apa Yang Benar (The universal ethical principle orientation)

Saya akan menguraikan satu demi sati tahapan-tahapan pada tingkatan diatas agar sobat yang ngebaca bisa paham sampai dimanakah tingkatan moral kita.

Tingkat 1 (Pra-Konvensional)

Prakonvensional merupakan tingkat yang paling rendah dalam teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg. Tingkatan ini sering terjadi pada anak-anak (usia 4-10 tahun) dimana anak-anak tidak memperlihatkan internalisasi nilai-nilai moral karena penalaran moral dikendalikan oleh imbalan (hadiah) dan hukuman eksternal. Bisa dikata, aturan yang menentukan moral mereka dikontrol oleh orang lain (eksternal) dan tingkah laku yang  baik akan mendapat hadiah sedangkan tingkah laku yang buruk akan mendapatkan hukuman.

Pada tingkatan ini terdapat dua tahapan dari enam tahap yang telah disampaikan, yakni tahap pertama dan kedua.

Tahap 1. Punishment and obedience orientation (Orientasi kepatuhan dan hukuman)

-Merupakan tahap pertama yang mana pada tahap ini penalaran moral didasarkan atas hukuman dan anak-anak melakukan sesuatu karena orang dewasa menuntut mereka untuk taat. "Jam 2 nanti kamu harus tidur siang," Anak-anak akan menuruti karena apabila dilakukan mereka akan mendapatkan hadiah (berupa pujian atau benda" dan mereka tidak akan melakukannya apabila tidak ada balasan baik berupa hadiah atau hukuman.

Tahap 2. Instrument-relativist orientation / Orientasi minat pribadi (Apa untungnya untuk saya?)

-Pada tahap ini penalaran moral didasarkan atas imbalan (hadiah) dan kepentingan sendiri. Anak-anak melakukan  sesuatu bila mereka ingin melakukannya. Bagi mereka apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang dianggap menghasilkan hadiah. Itulah yang akan mereka lakukan. Orang yang berada di tahap ini memahami bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan. Mereka mungkin mencoba memuaskan kebutuhan orang lain apabila kebutuhan mereka sendiri pun akan memenuhi perbuatan tersebut. Contohnya; "Saya akan bantu kamu pindahan kos kalau kamu nanti traktir saya," Jika masih ada orang dewasa yang bersifat seperti ini maka moralnya masih masuk dalam tahap anak-anak.

Tingkat 2 (Konvensional)

-Merupakan suatu tingkat internalisasi individual menengah dimana seseorang menaati stándar-stándar (Internal) tertentu, tetapi mereka tidak menaati stándar-stándar orang lain (eksternal) seperti orang tua atau aturan-aturan masyarakat. Tingkatan ini sering terjadi pada remaja. Berikut tahapannya:

Tahap 3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas (Sikap anak baik)

Dalam tahap tiga, seseorang memasuki masyarakat dan memiliki peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka mencoba menjadi seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut, karena telah mengetahui ada gunanya melakukan hal tersebut. Pada tahap ini seseorang menghargai kebenaran, keperdulian dan kesetiaan kepada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan moral. Seorang ketika berada di suatu lingkungan, di Makasar contohnya, dimana disana apabila makan diharuskan untuk menghabiskan makanan tanpa ada satupun sebutir nasi atau makanan yang tersisa di piring karena menurut budayanya, nasi yang disisakan tersebut akan menangis. Sementara ketika dia berpindah ke salah satu daerah di tanah Jawa, budaya setempat membiasakan untuk menyisahkan sedikit makanan atau minuman ketika makan karena apabila dihabiskan semuanya orang yang melakukan hal tersebut dikatakan rakus. Maka agar dikatakan anak baik, dia akan menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Poinnya adalah dia mengikuti aturan hanya karena ingin dikatakan baik oleh mayarakat atau lingkungan tempat ia berada. Sesuatu dikatakan benar jika memenuhi harapan masyarakat dan dikatakan buruk jika melanggar aturan sosial.

Tahap 4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial (Moralitas hukum dan aturan)

Pada tahap ini, individu dapat melihat sistem sosial secara keseluruhan. Aturan dalam masyarakat merupakan dasar baik atau buruk, melaksanakan kewajiban dan  memperlihatkan penghargaan terhadap otoritas adalah hal yang penting. Alasan mematuhi peraturan bukan  merupakan ketakutan terhadap hukuman atau kebutuhan individu, melainkan kepercayaan bahwa hukum dan  aturan harus dipatuhi untuk mempertahankan tatanan dan fungsi sosial. Perilaku yang baik adalah semata-mata  melakukan kewajiban sendiri, menghormati otoritas dan menjaga tata tertib sosial yang ada, sebagai yang  bernilai dalam dirinya sendiri.

Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)

Tingkatan pasca konvensional, juga dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral yang dikemukakan Kholberg. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Tingkatan ini biasa terjadi pada orang dewasa. Dan berikut tahapannya;

Tahap 5. Keputusan Moral Berdasarkan Hukum atau Legalitas (Sosial contract orientation)

Otoritas peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan pemeliharaan ketertiban sosial dijunjung tinggi dalam tahap ini. Tingkah laku disebut benar, bila orang melakukan kewajibannya, menghormati otoritas dan memelihara ketertiban social. Penting untuk mematuhi peraturan karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat.

Tahap 6. Kata Hati atau Nurani Menentukan Apa Yang Benar (The universal ethical principle orientation)

Pada tahap yang terakhir ini benar salahnya tindakan ditentukan oleh keputusan suara hati nurani atau suara hati yang paling dalam alias intuisi atau qalbu. Di tahap ini seseorang melakukan sesuatu karena berdasar ketulusan hatinya. Seseorang mau memberi atau melakukan segala sesuatu tanpa mengharapkan imbalan.

Demikianlah penjelasan mengenai tingkatan serta tahapan moral menurut Lawrence Kohlberg yang semoga bisa memberi sedikit pengetahuan mengenai level atau tingkatan moral yang dimiliki sobat sekalian. Walaupun tingkatan pertama sering ditemui pada anak-anak, tingkatan kedua pada remaja dan tingkatan ketiga pada orang dewasa, akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwasanya ada saja orang dewasa yang tingkatan moralnya masih berada di tingkatan pertama atau kedua.

Berdasarkan uraian diatas saya berharap sobat sekalian bisa memperbaiki diri serta niat dalam melakukan segala sesuatu dengan niat yang tulus dan ikhlas agar sobat bisa berada di tingkat ketiga tahap ke enam.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.


Rabu 04 November 2015
Aimin Embisa
@Kosan

Sumber refrensi:
-          Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, 2010. Judul : Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Dididik). Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
-          kimiko/Fitrika. 2012. Perkembangan Moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at http://fitrika1127.blogspot.co.id).
-          Wikipedia. Tahap perkembangan moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at id.wikipedia.org).
-          Vilia Jeny Wijayanti. 2011. Tahapan Moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at viliajeny.blogspot.co.id).

-          Rofiah Nurul Jamil. 2010. Teori Perkembangan Moral Menurut Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at orthevie.wordpress.com).