Tingkatan Moral Berdasarkan Perilaku yang Ditunjukkan Dalam Teori Kohlberg
—
Kamis, 05 November 2015
—
Psikologi
![]() |
| Perkembangan Moral Kohlberg. Sumber Gambar kaskus.co.id |
Moral merupakan budi pekerti seseorang
atau serupa nilai tentang baik buruk yang diterima umum atau suatu kelempok
sosial mengenai perbuatan, sikap, dan sebagainya.
Pengertian Moral Menurut Shaffer adalah
kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya
dengan masyarakat dan kelompok sosial. Moral ini merupakan standar baik dan
buruk yang ditentukan oleh individu dengan nilai-nilai sosial budaya di mana
individu sebagai anggota sosial.
Moral serupa dengan etika namun berbeda
dengan akhlak.
Kalau ingin baca perbedaan antara moral dan etika dengan akhlak bisa baca di sini.
Pada kesempatan kali ini saya akan
membahas tingkatan moral dalam psikologi yang dikemukakan oleh salah satu tokoh
psikologi yakni, Kohlberg.
Setiap manusia memiliki tingkatan atas
moral yang dimiliki olehnya. Seiring dengan bertambahnya usia maka seharusnya
bertambah baik pula tingkatan moral dirinya. Oleh karena itu Kohlberg membagi
tingkat moral manusia menjadi enam tahap dalam tiga tingkatan dimana dalam
setiap tingkatan terdapat dua tahapan. Disini akan terlihat sikap seseorang
menunjukan tingkatan serta tahapan moral dirinya. Berikut tingkatan yang
disertai tahapannya;
Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
Tahap 1. Punishment and
obedience orientation (Orientasi kepatuhan dan hukuman)
Tahap 2. Instrument-relativist
orientation / Orientasi minat pribadi (Apa untungnya untuk saya?)
Tingkat 2 (Konvensional)
Tahap 3. Orientasi
keserasian interpersonal dan konformitas (Sikap anak baik)
Tahap 4. Orientasi otoritas
dan pemeliharaan aturan sosial ( Moralitas hukum dan aturan)
Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
Tahap 5. Keputusan Moral
Berdasarkan Hukum atau Legalitas (Sosial contract orientation)
Tahap 6. Kata Hati atau
Nurani Menentukan Apa Yang Benar (The universal ethical principle orientation)
Saya akan menguraikan satu demi sati
tahapan-tahapan pada tingkatan diatas agar sobat yang ngebaca bisa paham sampai
dimanakah tingkatan moral kita.
Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
Prakonvensional merupakan tingkat yang
paling rendah dalam teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg.
Tingkatan ini sering terjadi pada anak-anak (usia 4-10 tahun) dimana anak-anak
tidak memperlihatkan internalisasi nilai-nilai moral karena penalaran moral
dikendalikan oleh imbalan (hadiah) dan hukuman eksternal. Bisa dikata, aturan
yang menentukan moral mereka dikontrol oleh orang lain (eksternal) dan tingkah
laku yang baik akan mendapat hadiah
sedangkan tingkah laku yang buruk akan mendapatkan hukuman.
Pada tingkatan ini terdapat dua tahapan
dari enam tahap yang telah disampaikan, yakni tahap pertama dan kedua.
Tahap 1. Punishment and obedience
orientation (Orientasi kepatuhan dan hukuman)
-Merupakan tahap pertama yang mana pada
tahap ini penalaran moral didasarkan atas hukuman dan anak-anak melakukan
sesuatu karena orang dewasa menuntut mereka untuk taat. "Jam 2 nanti kamu
harus tidur siang," Anak-anak akan menuruti karena apabila dilakukan
mereka akan mendapatkan hadiah (berupa pujian atau benda" dan mereka tidak
akan melakukannya apabila tidak ada balasan baik berupa hadiah atau hukuman.
Tahap 2. Instrument-relativist
orientation / Orientasi minat pribadi (Apa untungnya untuk saya?)
-Pada tahap ini penalaran moral
didasarkan atas imbalan (hadiah) dan kepentingan sendiri. Anak-anak
melakukan sesuatu bila mereka ingin
melakukannya. Bagi mereka apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa
yang dianggap menghasilkan hadiah. Itulah yang akan mereka lakukan. Orang yang
berada di tahap ini memahami bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan. Mereka
mungkin mencoba memuaskan kebutuhan orang lain apabila kebutuhan mereka sendiri
pun akan memenuhi perbuatan tersebut. Contohnya; "Saya akan bantu kamu
pindahan kos kalau kamu nanti traktir saya," Jika masih ada orang dewasa
yang bersifat seperti ini maka moralnya masih masuk dalam tahap anak-anak.
Tingkat 2 (Konvensional)
-Merupakan suatu tingkat internalisasi
individual menengah dimana seseorang menaati stándar-stándar (Internal)
tertentu, tetapi mereka tidak menaati stándar-stándar orang lain (eksternal)
seperti orang tua atau aturan-aturan masyarakat. Tingkatan ini sering terjadi
pada remaja. Berikut tahapannya:
Tahap 3. Orientasi keserasian
interpersonal dan konformitas (Sikap anak baik)
Dalam tahap tiga, seseorang memasuki
masyarakat dan memiliki peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau
ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan
persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka mencoba menjadi
seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut, karena telah mengetahui ada
gunanya melakukan hal tersebut. Pada tahap ini seseorang menghargai kebenaran,
keperdulian dan kesetiaan kepada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan
moral. Seorang ketika berada di suatu lingkungan, di Makasar contohnya, dimana
disana apabila makan diharuskan untuk menghabiskan makanan tanpa ada satupun
sebutir nasi atau makanan yang tersisa di piring karena menurut budayanya, nasi
yang disisakan tersebut akan menangis. Sementara ketika dia berpindah ke salah
satu daerah di tanah Jawa, budaya setempat membiasakan untuk menyisahkan
sedikit makanan atau minuman ketika makan karena apabila dihabiskan semuanya
orang yang melakukan hal tersebut dikatakan rakus. Maka agar dikatakan anak
baik, dia akan menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Poinnya adalah dia mengikuti
aturan hanya karena ingin dikatakan baik oleh mayarakat atau lingkungan tempat
ia berada. Sesuatu dikatakan benar jika memenuhi harapan masyarakat dan
dikatakan buruk jika melanggar aturan sosial.
Tahap 4. Orientasi otoritas dan
pemeliharaan aturan sosial (Moralitas hukum dan aturan)
Pada tahap ini, individu dapat melihat
sistem sosial secara keseluruhan. Aturan dalam masyarakat merupakan dasar baik
atau buruk, melaksanakan kewajiban dan
memperlihatkan penghargaan terhadap otoritas adalah hal yang penting.
Alasan mematuhi peraturan bukan
merupakan ketakutan terhadap hukuman atau kebutuhan individu, melainkan
kepercayaan bahwa hukum dan aturan harus
dipatuhi untuk mempertahankan tatanan dan fungsi sosial. Perilaku yang baik
adalah semata-mata melakukan kewajiban
sendiri, menghormati otoritas dan menjaga tata tertib sosial yang ada, sebagai
yang bernilai dalam dirinya sendiri.
Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
Tingkatan pasca konvensional, juga
dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan
moral yang dikemukakan Kholberg. Kenyataan bahwa individu-individu adalah
entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif
seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Tingkatan ini biasa
terjadi pada orang dewasa. Dan berikut tahapannya;
Tahap 5. Keputusan Moral Berdasarkan
Hukum atau Legalitas (Sosial contract orientation)
Otoritas peraturan-peraturan yang sudah
ditetapkan dan pemeliharaan ketertiban sosial dijunjung tinggi dalam tahap ini.
Tingkah laku disebut benar, bila orang melakukan kewajibannya, menghormati
otoritas dan memelihara ketertiban social. Penting untuk mematuhi peraturan
karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat.
Tahap 6. Kata Hati atau Nurani
Menentukan Apa Yang Benar (The universal ethical principle orientation)
Pada tahap yang terakhir ini benar
salahnya tindakan ditentukan oleh keputusan suara hati nurani atau suara hati yang
paling dalam alias intuisi atau qalbu. Di tahap ini seseorang melakukan sesuatu
karena berdasar ketulusan hatinya. Seseorang mau memberi atau melakukan segala
sesuatu tanpa mengharapkan imbalan.
Demikianlah penjelasan mengenai tingkatan
serta tahapan moral menurut Lawrence Kohlberg yang semoga bisa memberi sedikit
pengetahuan mengenai level atau tingkatan moral yang dimiliki sobat sekalian.
Walaupun tingkatan pertama sering ditemui pada anak-anak, tingkatan kedua pada
remaja dan tingkatan ketiga pada orang dewasa, akan tetapi tidak bisa
dipungkiri bahwasanya ada saja orang dewasa yang tingkatan moralnya masih berada
di tingkatan pertama atau kedua.
Berdasarkan uraian diatas saya berharap
sobat sekalian bisa memperbaiki diri serta niat dalam melakukan segala sesuatu
dengan niat yang tulus dan ikhlas agar sobat bisa berada di tingkat ketiga
tahap ke enam.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
Rabu
04 November 2015
Aimin
Embisa
@Kosan
Sumber refrensi:
-
Mohammad Ali
dan Mohammad Asrori, 2010. Judul : Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta
Dididik). Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
-
kimiko/Fitrika.
2012. Perkembangan Moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at
http://fitrika1127.blogspot.co.id).
-
Wikipedia. Tahap
perkembangan moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at
id.wikipedia.org).
-
Vilia Jeny
Wijayanti. 2011. Tahapan Moral Kohlberg. (Online). (diakses 04 November 2015 at
viliajeny.blogspot.co.id).
-
Rofiah Nurul
Jamil. 2010. Teori Perkembangan Moral Menurut Kohlberg. (Online). (diakses 04
November 2015 at orthevie.wordpress.com).
